Ketua PUI-PT GCHIP Terpilih sebagai Presiden AASVET 2025/2026, Perkuat Kepemimpinan Global Inovasi Pedagogi

Ketua PUI-PT GCHIP Terpilih sebagai Presiden AASVET 2025/2026, Perkuat Kepemimpinan Global Inovasi Pedagogi

PUI-PT GCHIP kembali menunjukkan peran strategisnya di tingkat regional Asia setelah Ketua pusat, Mochamad Bruri Triyono, terpilih sebagai Presiden ke-8 Asian Academic Society for Vocational Education and Training (AASVET) untuk periode 2025–2026. Pemilihan tersebut diumumkan melalui AASVET Board Member Meeting di Shanghai pada 1 November 2024, menandai pengakuan internasional atas reputasi akademik Prof. Bruri dan kontribusinya dalam pengembangan pendidikan vokasi di Asia.

Sebagai Presiden AASVET sekaligus Ketua PUI-PT GCHIP, Prof. Bruri telah memperluas pengaruh Indonesia dalam agenda pendidikan vokasi regional dengan memperkuat kolaborasi riset, pertukaran akademik, dan best practices dalam Technical and Vocational Education and Training (TVET). Peran ini tidak hanya memperkuat jejaring internasional lembaga, tetapi juga membuka peluang pengembangan kebijakan pendidikan vokasi yang lebih responsif terhadap dinamika global, termasuk pengembangan pedagogi hibrida dan imersif fokus utama PUI-PT GCHIP.

Melalui kepemimpinan Prof. Bruri di AASVET, PUI-PT GCHIP berkomitmen mendorong integrasi inovasi pedagogis berbasis teknologi, memperluas kerja sama internasional dalam riset dan publikasi, serta menyusun model pembelajaran hybrid dan imersif yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja masa depan. Kepercayaan global ini sekaligus memperkuat posisi Universitas Negeri Yogyakarta sebagai salah satu pusat pendidikan vokasi unggulan di Asia, serta mendukung tujuan strategis PUI-PT GCHIP dalam memperluas dampak inovasi pedagogi yang berkelanjutan dan berdampak luas.

Prof. Bruri menyatakan rasa syukur atas amanah yang diberikan dan menegaskan visi untuk terus memperkuat kolaborasi internasional melalui AASVET, agar inovasi pedagogi yang dikembangkan bersama mitra global dapat diimplementasikan secara efektif dalam konteks pendidikan vokasi di Indonesia dan Asia

Indonesian